Minggu, 08 Januari 2017

Industri Alas Kaki Indonesia Terbesar Ke-4 Dunia

Industri Alas Kaki Indonesia Terbesar Ke-4 Dunia
Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor Barat untuk melihat industri alas kaki rumahan yang dijalankan warga.

Airlangga sendiri datang ke lokasi untuk mendengarkan keluhan serta yang dibutuhkan oleh warga dalam mengerjakan industri alas kaki. Di sana, warga yang juga merupakan pelaku industri alas kaki, mengeluhkan produksi yang mereka kerjakan, karena jumlah pesanan yang menurun.

Airlangga mengatakan, Industri alas kaki di Indonesia memang memiliki persaingan yang ketat, terutama di daerah Jawa Barat yang paling banyak memproduksi alas kaki.

Tercatat, setiap tahunnya industri alas kaki mengalami peningkatan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Jumlah pengusaha alas kaki mencapai hampir 33 ribu, dengan jumlah tenaga kerja sekitar 115 ribu pekerja.

"Yang paling banyak pengusaha alas kaki itu dari Jawa Barat, itu hampir 49,62% dan yang utama dari Jawa Barat adalah tentu di Kabupaten Bogor. Sektor alas kaki ini, satu usaha biasanya mempekerjakan sekitar 19 sampai 20 orang," kata Airlangga di lokasi, Selasa (3/1/2017).

Ia pun mengatakan, industri alas kaki di Indonesia masuk ke dalam 10 besar dunia, dengan menempati posisi ke-4. Airlangga mengatakan, industri tersebut menjadi salah satu perhatian bagi pemerintah.

"Sehingga sepatu ini menjadi pusat perhatian dari pemerintah, dan kementerian perindustrian mengutamakan mendorongnya industri kecil dan menengah," kata dia.

Oleh karenanya, ia mengatakan, pemerintah telah menyediakan berbagai program untuk dapat mengembangkan industri alas kaki di Indonesia.

"Ada beberapa program yang pemerintah akan bantu, pertama tentu terkait pelatihan, kemudian akses terhadap desain dan peralatan, kemudian yang ketiga kami akan melihat kemampuan untuk pengembangan usaha. Pemerintah sudah mendorong kredit usaha rakyat," jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, pada tahun 2017 ini berharap agar industri ini dapat lebih berkembang dengan pesat sehingga mampu memantau perekonomian rakyat.

"Karena ekonomi akan kuat kalau industri kecil dan menengah juga kuat, dan masyarakat akan sejahtera kalau masyarakatnya punya industri kecil dan menengah," tuturnya.


CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



Menperin Ingin Buat Sepatu Made In Ciomas Bisa Bersaing dengan Impor

Menperin Ingin Buat Sepatu Made In Ciomas Bisa Bersaing dengan Impor

Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pembatasan produk impor masih sulit dilakukan. Namun begitu, Airlangga mengatakan, yang bisa dilakukan untuk membendung produk impor adalah dengan adanya Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Kalau pembatasan itu kan dengan pedagang sekarang tidak dimungkinkan. Tapi yang dapat kita dorong adalah pembatasan untuk standarnya, kedua distribusinya, jadi apakah itu nanti masuk pasar modern, atau pasar yang tradisional. Tapi kita juga ingin mendorong produk UKM bisa masuk ke pasar modern, harus ada los-losnya," kata dia di Ciomas, Bogor, Selasa (3/1/2017).

Selain itu, untuk masalah bahan baku, Airlangga berencana untuk membuat material centre atau pusat pengadaan bahan baku untuk Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang alas kaki.

"Kita rencananya mau bikin material centre tidak hanya di Bogor tapi juga Bandung dan beberapa daerah lain, agar IKM mendapatkan kemudahan untuk memperoleh bahan baku," kata dia.

Material centre ini nantinya akan mirip dengan Pusat Logistik Berikat (PLB) yang sudah beroperasi untuk melayani kebutuhan bahan baku industri skala besar.

"Mirip PLB, tapi itu kan untuk industri besar, sementara material centre ini untuk yang kecil dan menengah," tambahnya.

Nantinya, seluruh bahan baku untuk membuat sepatu akan dipasok di material centre, yang kemudian dapat dibeli oleh para IKM terdekat.

Dengan demikian, dirinya berharap, masalah kesulitan memperoleh bahan baku untuk memproduksi alas kaki juga dapat terjawab. Sebab, pelaku industri alas kaki di Ciomas juga mengeluhkan adanya kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. 

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



Minggu, 01 Januari 2017

Petani Risau Harga Gula Anjlok Karena Rembesan Gula Rafinasi


Petani Risau Harga Gula Anjlok Karena Rembesan Gula Rafinasi
Jakarta - Petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengungkapkan kekhawatiran adanya rembesan gula rafinasi di pasaran. Hal ini mengakibatkan harga gula di tingkat petani jatuh cukup dalam.

"DPN APTRI memperkirakan rembesan gula rafinasi di musim giling ini mengakibatkan turunnya harga lelang gula tani sebesar Rp 1000/kg. Total kerugian akibat turunnya harga lelang gula mencapai Rp 700 miliar," kata Ketua Umum APTRI Soemitro Samadikoen dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/12/2016).

Kekhawatirannya cukup beralasan, karena beberapa waktu lalu, Bareskrim Mabes Polri mengungkap adanya kasus perembesan gula rafinasi skala besar yang diduga dilakukan oleh PT Berkah Manis Makmur (PT BMM) melalui PT Lyus Jaya Sentosa dan PT Duta Sugar Internasional (PT DSI).

Ia menambahkan, dari catatan APTRI, rembesan bukan hanya dilakukan oleh dua perusahan tersebut, namun oleh perusahaan gula rafinasi lainnya yang total mencapi 11 perusahaan.

"Total kerugian petani dari penyimpangan 11 perusahaan gula rafinasi (termasuk PT BMM dan PT DSI) mencapai 600.000 ton," sambung dia.

Terkait permasalahan tersebut, lanjut dia, DPN APTRI menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. 

"Kami mendesak Kementerian Perdagangan agar menindak tegas perusahaan gula rafinasi yang terbukti melakukan penyimpangan. Kasus serupa ini sangat menyengsarakan petani dan merugikan perekonomian nasional," kata dia.

Ia melanjutkan, APTRI juga menuntut Kementerian Perdagangan membuat mekanisme kontrol baru terhadap industri gula rafinasi, agar kasus perembesan/ penyimpangan gula rafinasi tidak terus menerus terjadi.


CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com



Menperin: Jangan Tanggung-tanggung Bisnis Otomotif di Indonesia


Liputan6.com, Jakarta Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis Indonesia mampu menjadi basis produksi industri otomotif dunia. Bukan hanya sebagai negara tujuan pemasaran, produksi mobil dan sepeda motor nasional juga diyakini akan mampu unjuk gigi di pasar ekspor.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Saleh mengatakan, produsen otomotif jangan hanya berinvestasi pada pabrik perakitan. Perusahaan-perusahaan otomotif tersebut harus membangun pabrik mesin dan komponennya di Indonesia.

"Kita terus terang bilang jangan tanggung-tanggung berbisnis otomotif di Indonesia. Pemerintah sudah serius, jangan sampai momentum baik ini dilewati mereka dan justru diambil kompetitor," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (9/4/2016).

Dia menyatakan, saat ini investasi sektor otomotif terus mengalir ke dalam negeri seiring perbaikan iklim berusaha dan penanaman modal. Sejumlah nama besar di industri otomotif seperti Toyota, Isuzu dan Mitsubishi pun telah meningkatkan investasinya di Indonesia.Untuk bisa bersaing, lanjut Saleh, produsen otomotif harus melakukan identifikasi lapangan secara lebih akurat terhadap selera pasar domestik maupun global yang semakin kritis. Terutama pada aspek kualitas, harga, dan pelayanan purna jual.
"Toyota sudah membangun pabrik mesin, Isuzu dan Mitsubishi juga menyuntikkan terus modal untuk menambah produksi. Juga pemain besar otomotif asal China, Wuling sedang membangun pabrik Rp 10 triliun-Rp 11 triliun di Karawang. Artinya, jika masih ada yang hanya menjual mobil tanpa punya orientasi bangun pabrik, ya siap-siap disalip oleh pabrikan yang lebih agresif," jelas dia.

Lebih lanjut, Saleh memaparkan, pemerintah telah menetapkan industri otomotif sebagai salah
satu industri prioritas. Untuk itu, pemerintah melakukan berbagai upaya strategis terutama untuk menarik investasi baru dan mendorong peningkatan kapasitas produksi.

Upaya yang dilakukan antara lain memperkuat struktur industri otomotif melalui peningkatan kemampuan industri komponen dan infrastruktur teknologi, peningkatan daya saing industri otomotif melalui peningkatan kemampuan SDM dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi dan research and development (R&D) industri otomotif.

Sebagai informasi, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Perindustrian, penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 1,1 juta unit pada 2015. Angka penjualan ini akan terus tumbuh seiring peningkatan ekonomi nasional.
Sementara itu, sebagai industri yang memberikan efek ganda cukup besar terhadap kegiatan sektor ekonomi lainnya, industri otomotif telah
berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang.

Jumlah itu terdistribusi pada berbagai sektor mulai dari industri perakitan, industri komponen lapis pertama, kedua dan ketiga, sampai di tingkat bengkel resmi sales, service dan spare parts.

CV. Raya Teknik Indonesia Menjual FILTER (Air Filter, Fuel Filter, Oil Filter, Hydraulic Filter, Transmission Filter, dll) dan Spare part khusus untuk ALAT BERAT (HEAVY EQUIPMENT), GENSET , INDUSTRI, TRUCK dengan merek :

- Genuine (KOMATSU, CATERPILLAR, MITSUBISHI, dll)
- DONALDSON
- FLEETGUARD
- BALDWIN
- MANN
- RACOR
- FHAS
- GRIFFIN
- SAKURA
- HENGST
- PROGUARD
- JIMCO
- UNION
- dll.

Menerima PEMBUATAN Filter sesuai dengan spesifikasi dari Customer. 

* Harga Filter Udara,Filter Oli, Filter Solar dan Filter Hidrolis yang kompetitif.


Untuk stock dan harga, silahkan hubungi :

Marketing

Rico 081217696856 (Whatapps)
Website: http://distributorfilter.blogspot.co.idhttp://rayateknikindo.blogspot.co.id/
                rayateknikindo.indonetwork.co.id
Email : rayateknik.indo@gmail.com